Dzikir Alam

Lantai3editan

”Ketika kau telah merasakan kelelahan yang sangat, sehingga kau beranggapan bahwa segala yg kau usahakan sia-sia belaka. Yakinlah, bahwa sebenarnya pintu keluar masalah sedang terbuka untukmu..”

(Ayu—akhirnya bisa bikin own quote!)

30 Desember 2006, penghujung tahun.

Dalam puncak kepenatanku terhadap berbagai deadline tugas yang menumpuk…

Ketika aku merasakan penat dan lelah, biasanya aku akan duduk di bangku luar beranda/balkon lantai 3 rumahku. Di sana, aku akan sejenak menatap arakan awan di langit, pesawat yang melintas, layang-layang, mendengar kicauan burung di atap rumahku, merasakan hembusan angin sejuk menerpa jilbabku, mendengarkan suara adzan kala waktu shalat tiba, melihat berbagai macam aktivitas manusia di bawah sana, serta melihat cakrawala indah yang dapat membuang semua kepenatanku.

Ketika sore hari menjelang, aku dapat melihat matahari terbenam…lembayungnya yang indah menyelimuti seluruh sendi kehidupan, mengisyaratkan manusia untuk bersiap istirahat. Jingganya menyilaukan mataku, cahaya lembutnya menerpa hangat pipiku. Terpekur aku memandang ciptaan Ilahi, subhanallah ya…

Ketika malam tiba, ku biasa memandang ratusan bintang di langit, ditemani hembusan angin malam yang menyejukkan. Bulan kadang malu untuk muncul di atasku, ia lebih menikmati berada di belakang awan. Ah, bulan…padahal aku merindumu…mungkin karena kau terlalu cantik untuk dipandang, sehingga kau pun malu memunculkan diri.

Ketika hujan datang, aku lebih menikmati alunan nada indahnya ketika ia menyentuh genteng rumahku, bermain dengan percikan airnya, merasupi aroma kesejukannya, indah pelanginya selalu kunanti…menghadirkan sketsa menakjubkan Sang Pencipta menemani kesendirianku di beranda tersebut.

Sejenak berada di sana, membuatku memiliki sebuah energi baru untuk hidup, dan bersiap menghadapi kembali pahit manis kehidupan.

Terima kasih, Allah…untuk sebuah kesempatan mendengarkan dzikir alam-Mu…

Alam menghadirkan simfoni tersendiri bagi para pengagumnya, hadiah dari Sang Pencipta untuk manusia yang rindu menatap-Nya…dapatkah kau mendengar dzikirnya alam, sahabatku? Mari sejenak mendengarkan…

-Originally writing by Ayu-

:. Ah, hujan lagi hari ini…senangnya…=)…

Hai dunia! aku datang lagi dengan semangat baru!!

Leave a Reply