Archive for December, 2006

2007…!!!

Sunday, December 31st, 2006

Pukul 24.00 WIB, di beranda lantai 3…

Terdengar sirine penanda pergantian akhir tahun, entah darimana asalnya…yang pasti saat itu aku sedang menikmati panorama indah malam hari kota jakarta dari beranda tersebut.

Tak lama setelah itu, terlihat berbagai macam kembang api bertaburan di langit….Wuahhh Keren!!

Kalau begini sih tak usah capek2 ke Ancol tuk ngeliat kembang api, my hidden place serves it!

Subhanallah…sambil terpesona melihat keindahan ‘bintang buatan’ itu, tak lupa kuselipkan do’a kecil…agar di tahun 2007 bisa menjadi lebih baik lagi…amiin…

Yah, intinya malam ini aku cukup senang…bertemu handai tolan…lalu menikmati suasana tahun baru di beranda lantai 3 rumahku…(jangan lupa tahajud yu!he3x…)

Wilkommen 2007!!

:. yang punya resolusi di tahun ini, yuks…kita wujudkan! =)

Dzikir Alam

Friday, December 29th, 2006

Lantai3editan

”Ketika kau telah merasakan kelelahan yang sangat, sehingga kau beranggapan bahwa segala yg kau usahakan sia-sia belaka. Yakinlah, bahwa sebenarnya pintu keluar masalah sedang terbuka untukmu..”

(Ayu—akhirnya bisa bikin own quote!)

30 Desember 2006, penghujung tahun.

Dalam puncak kepenatanku terhadap berbagai deadline tugas yang menumpuk…

Ketika aku merasakan penat dan lelah, biasanya aku akan duduk di bangku luar beranda/balkon lantai 3 rumahku. Di sana, aku akan sejenak menatap arakan awan di langit, pesawat yang melintas, layang-layang, mendengar kicauan burung di atap rumahku, merasakan hembusan angin sejuk menerpa jilbabku, mendengarkan suara adzan kala waktu shalat tiba, melihat berbagai macam aktivitas manusia di bawah sana, serta melihat cakrawala indah yang dapat membuang semua kepenatanku.

Ketika sore hari menjelang, aku dapat melihat matahari terbenam…lembayungnya yang indah menyelimuti seluruh sendi kehidupan, mengisyaratkan manusia untuk bersiap istirahat. Jingganya menyilaukan mataku, cahaya lembutnya menerpa hangat pipiku. Terpekur aku memandang ciptaan Ilahi, subhanallah ya…

Ketika malam tiba, ku biasa memandang ratusan bintang di langit, ditemani hembusan angin malam yang menyejukkan. Bulan kadang malu untuk muncul di atasku, ia lebih menikmati berada di belakang awan. Ah, bulan…padahal aku merindumu…mungkin karena kau terlalu cantik untuk dipandang, sehingga kau pun malu memunculkan diri.

Ketika hujan datang, aku lebih menikmati alunan nada indahnya ketika ia menyentuh genteng rumahku, bermain dengan percikan airnya, merasupi aroma kesejukannya, indah pelanginya selalu kunanti…menghadirkan sketsa menakjubkan Sang Pencipta menemani kesendirianku di beranda tersebut.

Sejenak berada di sana, membuatku memiliki sebuah energi baru untuk hidup, dan bersiap menghadapi kembali pahit manis kehidupan.

Terima kasih, Allah…untuk sebuah kesempatan mendengarkan dzikir alam-Mu…

Alam menghadirkan simfoni tersendiri bagi para pengagumnya, hadiah dari Sang Pencipta untuk manusia yang rindu menatap-Nya…dapatkah kau mendengar dzikirnya alam, sahabatku? Mari sejenak mendengarkan…

-Originally writing by Ayu-

:. Ah, hujan lagi hari ini…senangnya…=)…

Hai dunia! aku datang lagi dengan semangat baru!!

Modul Muskulo, Riset, dan pelantikan TBM

Saturday, December 9th, 2006

Assalamu’alaikum…

Wuaah…di saat pegal2 begini abis latihan fisik kemarin, malah nge-post gak jelas…iseng…sekedar menumpahkan rasa (boleh dong..)

Senin besok, dah masuk modul muskuloskeletal…hmmm, ngeliat buku BPKM yg nyaingin buku rujukan, jadi bertanya2 nih, akan sesusah apa sih modulnya?

Yg katanya materi faalnya banyak, yg katanya hapalan anatominya ’mematikan’, yg ada materi pembacaan EKG waktu KKD, visum et repertum (visum mayat), yg ada ujian essaynya dan semua yg pernah kudengar ttg modul ini….

Udah tau gitu, rencananya ingin mencicil selama seminggu ini, eh…gak kesampaian…malah asyik berkutat dengan tugas organisasi dan riset…apa mau dikata?

Satu yg kutahu, aku tak boleh menyerah. Sesusah apapun modul yg ada di hadapan, kita harus selalu siap…karena itu tugas kita sebagai dokter di masa depan. Kita tak mungkin menghindar. Kita telah menginjakkan kaki di FKUI ini, maka kita harus siap menerima segala sesuatunya. Bila hari ini kita sempat kehilangan semangat, ingatlah dulu semangat kita swaktu mengikuti SPMB, bagaimana kerasnya kita berusaha agar kita lolos pilihan bernomorkan ”220142”, masih ingatkan kawan?  =)

Seperti lirik lagunya Letto, ”Kalau kau ingin berhenti, ingat dulu mulai lagi…tetap semangat..dan teguhkan hati di setiap hari sampai nanti..sampai mati..”

Ya…jika kau sudah punya tekad, maka teguhkan hati, lalu langkahkan kakimu, sampai tercapai keinginanmu…OK?

Untuk kelompok risetku, RISET 0105 tercinta. Anita, ratna, silvi, winu, vika…

Terima kasih selama seminggu ini sudah menyempatkan waktu untuk mengerjakan uji laboratorium. Suka duka kita bersama saat menjalani riset itu. Ketika dimarahin oleh dosen2 biokimia, saat kita dihadapkan oleh sampel yg hampir gak valid (semoga gak), yg bingung dengan mekanisme ijinnya, yg ketumpahan radikal bebas (gimana tuh? Semoga gak kenapa2 ;P), foto2 kita saat di laboratorium (narsis tetap jalan y? He5x..), n semua yg bikin kelompok kita jadi kayak nano-nano…semuanya jadi pengalaman buat kita. Ingat, perjuangan kita untuk sampai di sidang masih panjang. Tetap semangat ya…hari senin jangan lupa kita uji lab sampel sisanya, kalau perlu uji ulang Trolox, BHT, dan vitamin C…ok, ok?

Untuk vika semoga cepat sembuh ya…tomatmu sudah menunggu untuk diuji lab, he5x…

Untuk caang2 TBM, seminggu lagi kita akan menghadapi pelantikan…udah siap belum untuk naik gunung? Jangan lupa tetap olah raga! Gimana push-up, back-up, sit-up 100Xnya? Pererat konsolidasi tim kita y…tunjukkan bahwa kita adalah satu tim. Bukan aku, kamu, mereka, kami, kalian…tapi KITA. Kita sebagai tim…sewaktu pelantikan, sewaktu menjadi angmud, sewaktu menjadi angti, sewaktu menjadi angpur, selama hidup ini terus bergulir. Semangat ya!! Keep on moving!

Kok jadi curhat ya? He5x…udahan dulu deh…semoga postingan ini bermanfaat…

Wassalamu’alaikum

”Bertekadlah untuk melakukan apa yang harus dilakukan tanpa ketakutan dan keraguan. Bersikaplah berani dan penuh pengharapan. Percayalah pada Allah dan kepada semangat keberanianmu sendiri.”

:. Originally writing by Ayu

Aku memang manusia, yang tak mungkin harus selalu putih. Aku pun tak ingin, terlukis hitam lagi…