Mual pada Kehamilan, Mekanisme Protektif!!

Hari ini aku membuka kembali buku ”Complication” karya Atul Gawande yang belum sempat kuselesaikan karena kesibukan kampus. Salah satunya ia membahas tentang mual pada masa kehamilan. Nice to read!

Apakah perasaan mual yang begitu aneh dan menyiksa itu? Masalah ini kurang mendapat perhatian dalam pendidikan dokter, padahal muntah merupakan keluhan yg paling sering, setelah nyeri, yang membuat orang pergi ke dokter. Gejala ini juga merupakan efek samping yang khas dari obat. Untuk pasien bedah, muntah setelah pembiusan juga merupakan hal yang biasa sehingga baskom khusus untuk muntah harus selalu tersedia di samping tempat tidur di ruang pemulihan. Sebagian besar pasien yang mendapatkan kemoterapi selalu mengalami mual, dan mereka selalu mengatakan bahwa itu adalah bagian yang terburuk dari pengobatannya. Sekitar 60-85% wanita hamil mengalami mabuk pagi atau ”morning sickness”, dan sepertiga dari mereka yang bekerja terpaksa tak masuk kerja karena perasaan mual ini. Pada sekitar

lima

dari seribu wanita hamil, kondisinya sangat berat sehingga menyebabkan penurunan berat badan yang cukup besar—keadaan ini disebut hiperemesis kehamilan.

Rasa mual dan muntah yang sangat tidak menyenangkan itu memang ada manfaatnya secara biologis. Muntah setelah memakan sesuatu yang beracun atau yang busuk jelas ada manfaatnya; racun itu dikeluarkan. Dan perasaan tak enak akibat mual yang biasanya menyertai kejadian itu membuat kita takkan mau makan makanan seperti itu lagi. Inilah yang menjelaskan mengapa banyak obat, kemoterapi, dan anestetik umum sering menimbulkan mual dan muntah: semua itu barang beracun—walau yang digunakan secara terkendali—dan tubuh manusia dirancang untuk menolaknya.

Sulit untuk menjelaskan mengapa beberapa hal menyebabkan mual dan muntah, tetapi para ilmuwan mulai menyadari adanya kewajaran dalam rancangan alam. Kita mengira bahwa mabuk kehamilan, misalnya, merupakan suatu keadaan yang secara evolusi merugikan, sebab mudgah (embrio) yang sedang tumbuh itu memerlukan zat gizi. Namun, dalam sebuah tulisan terkenal pada tahun 1992, seorang ahli biologi evolusi, Margie Profet, mengemukakan argumentasi bahwa mabuk kehamilan sebenarnya sesuatu yang bersifat melindungi. Ia mengatakan bahwa makanan alami yang aman untuk orang dewasa sering tak aman untuk mudgah.

Semua tanaman menghasilkan racun, dan dalam upaya agar kita dapat memakannya, tubuh berevolusi mengembangkan sistem penetralan racun (detoksifikasi). Tetapi, sistem ini tak menyingkirkan racun kimiawi secara keseluruhan, dan mudgah bisa jadi peka terhadap jumlah racun yang sangat kecil. (Sebagai contoh, racun kentang terbukti dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan syaraf pada janin hewan, walaupun pada kadar yang tak meracuni induknya; mungkin saja angka kejadian kelainan saraf, spina bifida, yang tertinggi di dunia, yakni Irlandia, disebabkan oleh konsumsi kentang yang sangat tinggi).

Mabuk kehamilan, menurut Profet, mungkin merupakan suatu evolusi agar mudgah tak terlalu sering mendapatkan racun alami. Ia mencontohkan bahwa wanita yang mengalami mabuk kehamilan lebih suka makan makanan yang diolah sederhana yang tak mudah busuk (seperti roti atau sereal) dan biasanya menjauhi makanan yang mengandung racun alami dalam kadar tinggi, seperti makanan pedas atau berbumbu tajam, dan makanan produk hewani yang tak segar. Teori ini juga menjelaskan mengapa mabuk kehamilan itu terjadi pada tiga bulan (trimester) pertama kehamilan. Itulah masa ketika mudgah membentuk organnya dan paling peka terhadap racun; selain itu, mudgah ketika itu masih kecil dan kalori yang dibutuhkan masih cukup dipasok dari cadangan lemak sang ibu. Secara keseluruhan, wanita yang mengalami mabuk kehamilan sedang sampai berat jarang mengalami keguguran dibandingkan dengan wanita yang mengalami mabuk ringan atau tidak mabuk sama sekali.

Subhanallah y…apa yang menurut kita buruk selama ini, belum tentu buruk di mata Allah. Pengetahuan kita sangatlah terbatas. Jauhhhh…sekali. Untuk itu kita tak pantas bersombong diri atas segala kelebihan yg telah Allah karuniakan  pada kita.

2 Responses to “Mual pada Kehamilan, Mekanisme Protektif!!”

  1. Dtqqrjqh Says:

    Hey, i save funny photos

    here

  2. Unafanentee Says:

    Bite my shiny metal ass, assholes, you were joked!

Leave a Reply