ELEGI NURANI (puisi)
Semburat jingga meronai senja
Warnai nista dalam sapaku
Hadirkan sejuta elegi dalam nurani
Menggoda batin umpama berkaca
Dalam galau kesendirianku
Kudendangkan sebuah nyanyian hati
Tentang seorang anak buangan zaman
Matahari adalah ibuku
Bulan dan bintang temanku
Debu dan keringat jadi santapanku
Apa peduli terhadap dunia?!
Walau tertanggal hidup pun kutakkan peduli
Karena aku hanyalah anak buangan zaman
Lelah hati ini
Sadarkan diri bagai musafir pemimpi
Yang berkelana dalam bayang kelam
Hingga kuterpisah dan tersisih
Aku terperangah dalam ilusiku
Di kebimbangan yang menuaikan cita
Dalam penantian
Kala diri kalut dalam kebisuan yang meraja
Menyisakan puing asa yang berserakan
Ditelan temaramnya lembayung senja
Ketika mentari telah sampai pada peraduannya
Kusibakkan alunan kakiku mengiringi irama Al-Ashr
Dan biarlah aku menatap kemilau singgasananya
walau sesaat
Dalam alunan sikap yang mengalah
Seraya mencoba tuk berdiri kembali
Karena hidup sendiri tak kenal kompromi
:.teruntuk anak zaman di perempatan jalan
