Biarkan kaki-kakimu membawamu kemanapun yang mereka inginkan, mereka akan ajarkan kepadamu…seraya berkata kepadamu..
Tengoklah duhai kawan…tataplah…saksikan…
episode2 kehidupan yang acapkali terlewatkan…
dan mereka pun dengan senang hati bercerita…
tentang sebuah kisah..yang akan membawamu…
kepada sebuah perenungan yang dalam…
dalam tiap harinya
akan ada kisah yang berbeda pula
Entah mengapa aku senang sekali berjalan kaki (disamping menghemat ongkos), walau sebenarnya aku bisa naik kendaraan umum utk sampai ke tujuan. Namun seringkali waktu kuhabiskan utk menyusuri tepian jalan, mencari kisah2 yang terserak. Yang setiap kisah mempunyai sejuta pesan untukku…
Dan hari ini, kukembali tersadarkan
Akan makna syukur…
Tanggal 19 september 2006, pukul 18.35…setelah sholat maghrib:
Kisah pertama:
Aku bergegas meninggalkan masjid ARH-UI. Langit semakin gelap dengan bintang yang tersipu malu utk memunculkan diri. Menandakan aku secepatnya harus pulang. Duh, Akhwat kok malam-malam masih berkeliaran..(hehehe)
Bus yang kutunggu akhirnya tiba, alhamdulillah masih dapat tempat duduk…
Bus pun melaju kencang, dan aku hanya bisa menatap hiruk pikuk kehidupan jakarta, dari balik jendela kaca bus yg kunaiki….
Beberapa menit kemudian, sjumlah pengamen cilik naik, mereka mendendangkan nyanyian opick yang judulnya “astagfirullah”, hihihi…lucu, senangnya dapat mendengar senandung nasyid dari anak kecil, disamping artikulasinya yang masih ‘cadel’, ada keikhlasan yang kutangkap…
Selesai bersenandung, mereka tak langsung turun, sekedar menumpang naik utk persinggahan berikutnya…mereka mengobrol…dan apa yg mereka obrolkan itu yg membuatku kagum..
Mereka mengobrol, tapi bukan obrolan layaknya gosip2 khas jalanan atau duit mereka yg belum cukup…
Mereka berbicara ttg ramadhan…
“woii, ramadhan tinggal berapa hari lagi nih?” teriak salah datu dari mereka.
“5 hari lagi ye…minggu dah mulai”
“bukan goblok, hari senin tau…”
“eh bukan lagi…” etc
Dan percakapan2 mereka yg lain yg tak begitu jelas kutangkap karena bisingnya mesin kendaraan. Hanya mata-mata para penumpang yg mencoba mencuri pandang siapa yg berbicara, tanpa tanggapan…tanpa kata-kata.
Oh ya y…ramadhan tinggal berapa hari lagi? Batinku dalam hati. Aku bahkan tak sempat menghitung pergantian harinya, tiba-tiba saja tamu agung itu sudah di depan mata…
Wah, aku belum buat target utk ramadhan nih! Amal yaumiah harus ditingkatkan!! Aku pun mulai disibukkan pikiranku ttg ramadhan (terima kasih ya dek…telah ingatkan kakak lagi)….aku tersenyum dalam hati
Kisah kedua:
Lagi-lagi dioper! Aku paling tak suka bus oper-operan penumpang. Emang sih mereka harus memenuhi target setoran. Tapi tetap saja…udah kayak barang aja dioper-oper, belum lagi orang yg byk bawaannya…kan kasian..mana disuruh cepat-cepat karena biasanya operannya pas lampu merah, lampu ijo nyala..ditinggal deh…Hffh..jakarta…jakarta…
Sebenarnya aku tak perlu ikut turun bus, karena tujuanku jelas term.rawamangun, bukan pulogadung…tapi entah kenapa aku ikut turun y? beginilah…tiba-tiba saja kakiku membawaku menaiki bus operan, ironisnya aku baru sadar setelah bus melaju kencang (wah..wah..wah..rupanya sudah terbentuk gerak refleks dari sinaps2 di otakku)
Ya sudahlah, mau diapakan..? terpaksa aku turun di perempatan lampu merah…lalu jalan kaki sampai terminal rwmngn.
Ketika menyebrangi jalan, aku dikejutkan oleh sebuah sapaan..
“ayu…”
“Eh..oh..hai..” aku sempat linglung melihat penampilannya, terlihat berantakan…dan aku sadar ternyata dia teman SMP-ku. Aku sempat melirik apa yg dipegangnya….sebuah gitar..?
“Hey, Lo ngamen, Nda..?”
“ya begitulah…gw bareng boy,”
“Ohhh…” aku tersenyum simpul
“Lu kuliah? Dimana..?”
“UI…” jawabku datar
“Wah, Alhamdulillah…” tak kusangka dia akan berkata seperti itu…
Belum sempat kuberbicara banyak, bus yg kunanti sudah datang…dan temanku dengan cepat menghilang di kejauhan…
Kuliah di UI…Alhamdulillah? Allah, Sudah berapa lama ya aku tak menyebutkannya? Mungkin terakhir kali swaktu melihat pengumuman SPMB…sisanya adalah keluhan2 akan banyaknya ujian sumatif dan nilai yg kurang memuaskan, serta banyaknya tugas yg menumpuk…Astagfirullah…
Hey, harusnya itu datang dari mulutku…seharusnya aku lebih sering mengucapkannya dalam kehidupanku shari2….(selain Al-Fatihah tentu)
Rabb, maafkan atas kelalaian hamba-Mu…
Yang tak pernah mensyukuri nikmat hidup…nikmat kuliah di UI, apalagi di FK…
Kawan, mungkin terlihat non-sense kisah2ku hari ini, tapi aku belajar byk…karena aku yakin, peristiwa sekecil apapun..jika kita ingin menyisihkan waktu utk merenungkannya..dia akan mengajarkan kita akan banyak hal…
Bersyukur kepada Allah
Menjaga keikhlasan-Nya
Semoga dirimu..setiap langkahmu…diiringi oleh rahmat-Nya
Alhamdulillah wa syukrulillah..bersyukur pada-Mu ya Allah…-opick
Alhamdulillah, Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah wa syukrulillah…amin.
-ayu_yg_senantiasa_belajar-