<my guardian angels…2 brothers of mine>
Satu minggu ini merupakan minggu berat yang telah kulalui pada awal tahun 2007. Berbagai kepentingan menarikku dari segala arah. Mulai dari keluarga, akademis, organisasi, kampus, bahkan diriku sendiri.
Curhat dikit boleh dong…Hmmm, mulai dari mana yah?
Ahad, 14 Januari 2007. H-3 menjelang ujian final modul muskulo…
Selepas menghadiri suatu acara di Depok, jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB ketika aku sampai di rumah. Hhhff…capek banget…
Akhirnya aku baru mulai belajar untuk ujian malamnya. Itupun hanya diktat2 tak jelas yang kubaca…
Sementara itu, Ortuku sedang sibuk mengurusi adik terkecilku (Adam) yang kena campak (morbili/measles/rubeola)…waduh, omong2 soal campak, setahuku campak adalah penyakit infeksi virus akut yang menular secara droplet dan kontak langsung dengan penderita. Terus…Iseng2 deh kubaca di buku teksbook, ternyata virus morbili terdapat dalam sekret nasofaring dan darah selama stadium kataral (prodromal) sampai 24 jam setelah timbul rash/ruam di kulit.
Penyakit campak sendiri ditandai dengan 3 stadium, yaitu:
- Stadium kataral (prodromal). Berlangsung 4-5 hari. Gejalanya menyerupai influenza (demam, malaise, batuk, fotofobia, konjungtivitis, koriza). Nah, gejala khasnya (atau biasa disebut patognomonik) adalah timbulnya bercak Koplik (berwarna putih kelabu, sebesar ujung jarum, dikelilingi eritema. Lokasinya di mukosa bukalis berhadapan dng molar bawah) menjelang akhir stadium kataral dan 24 jam sblm timbul enantem.
- Stadium erupsi. Gejala pd stadium kataral bertambah dan timbul enantem di palatum durum dan mole. Kemudian terjadi ruam eritematosa yg berbentuk makula-papula serta meningkatnya suhu badan. Dapat terjadi perdarahan ringan, rasa gatal, dan muka bengkak.
- Stadium konvalesensi. Gejala2 stadium kataral mulai menghilang, erupsi kulit berkurang, dan meninggalkan bekas hiperpigmentasi dan kulit bersisik (patognomonik).
Seharusnya, adikku ini diisolasi (duh, bahasany) di kamar utk mencegah penularan…namun, entah kenapa dia masih kuat utk bermain2 dan melakukan keisengan pada kakaknya yg satu ini (aduh, dek…aku mau ujian niy, jgn kau tularkan virus itu padaku T-T). Kutanya pada ibuku bagaimana pengobatannya, ternyata hanya berupa pengobatan simtomatik saja (antipiretik bila suhu tinggi, sedatif, antitusif, asupan cairan dan kalori). Selidik punya selidik lagi, ternyata adikku ini belum diimunisasi MMR (Mumps, measles, rubeola) yg seharusnya diberikan pada usia 12-15 bulan.
Kenapa? Menurut ibuku karena vaksin ini masih terdapat kontroversi, ada/tidaknya indikasi untuk menimbulkan autisme. Oleh sebab itu di-delayed, diperkuat indikasi karena ada sepupuku yg autis, jadi utk adikku ini jangan diberikan dulu…eh, ternyata adikku ini sudah terkena duluan…so, biarkan dia membentuk kekebalan tubuhnya secara alami, Gitu… kok jadi malah belajar virus nih… *dng paniknya segera membuka kembali diktat muskulo*
Senin, 15 januari 2007…H-2 ujian muskulo
Proposal PPAA belum selesai! Tugas empati belum dikerjain! Acara Munas belum ada progressnya!! Belum belajar buat diskusi topik khusus NSAID dan Visum et Repertum!! Gimana nih, yu??! *tambah pusing*
Selasa, 16 Januari 2007…H-1 ujian muskulo
Adikku yang satu lagi (Abe, SMA) terkena campak! Gejala patognomoniknya sangat terlihat. Duh, suspect terakhir aku nih! Ternyata walau sudah diberikan vaksin waktu kecil masih bisa terkena lho…waspadalah, waspadalah!
Di kampus, hari ini adalah hari yg melelahkan, aku agak gak enak badan (apa ini pertanda aku juga kena campak?), jadi kuputuskan utk langsung pulang. Di rumah, aku mencoba utk belajar, tapi gak ada yg masuk..akhirnya aku istirahat saja, daripada besok aku benar2 sakit *berharap ujian essai tak terlalu sulit*
Malamnya, sekitar pukul 2 dini hari, aku dikejutkan oleh rasa sakit hebat pada GIT-ku (gastrointestinal tract –red). Duh, kenapa pula ini?
Dari gejala2 yg timbul, aku hanya bisa pasrah menelan tablet activated attapulgite 600 mg ke mulutku (hayoo..obat ini utk sakit apa? ;P)
Diagnosis ibuku à gangguan pencernaan akibat stres!
Rabu, 17 Januari 2007…ujian essai muskulo
Wah, soalnya susah! Tablet yg kuminum di pagi hari ternyata tak berpengaruh banyak. Tak sampai satu jam aku bertahan di ruang ujian, selebihnya aku keluar karena tak tahan (perutku sakit sekali)…dan aku baru menyadari ada beberapa soal yg kujawab keliru! Pertanyaan anamnesis malah kujawab diagnosis! Astagfirullah…
Hari ini aku pulang cepat…totally rest at home!
Kamis, 18 Januari 2007…ujian praktikum muskulo
Anatomi, histologi, patologi….*entah bisa entah tidak*
Gangguan GIT-ku sudah agak berkurang, tapi tetap saja sesekali rasa sakit itu masih muncul. Kuputuskan utk pulang cepat juga hari ini. Berharap malamnya aku bisa belajar dngn tenang, maka aku istirahat sore harinya.
Hmm…tapi entah kenapa setelah aku istirahat, keadaanku belum membaik. Gangguan GIT sudah minimal, tapi aku malah demam dan sakit kepala. Akhirnya sepanjang malam kuhabiskan utk bed-rest…semoga gak terkena campak ya Allah, perkenankan aku mengikuti ujian besok…
Jumat, 19 Januari 2007…ujian terakhir muskulo
Kedua adikku mengalami kemajuan yang baik…Alhamdulillah aku juga sudah baikan, tapi ya itu…jadinya aku belum belajar banyak utk ujian. Soalnya memang susah, sangat aplikatif (evidence based medicine)…kok jawabanku banyak yg beda ya dari teman2 (setelah dicocokkan sehabis ujian)? Apapun hasilnya, kuserahkan semua pada-Nya…*pasrah*
Akhirnya selesai juga!
Tapi ternyata kesibukan2ku di organisasi telah menunggu…
Proposal, magang, surat, rapat, tugas, analisis, pelatihan, wawancara, dll……….
Semua menumpuk hari ini!……….
rasanya kelelahan ini mencapai puncak utk kesekian kalinya..
***
Malamnya, aku sempat merenung…
tadi sore aku belum sempat berdo’a awal tahun Hijriyah (Muharram)..hiks2, lupa karena kesibukanku..Allah, maafkan aku…
tak terasa air mata ini pun menetes perlahan…
Allah, berapa byk kekhilafanku hari ini?
Sabtu, 20 Januari 2007…
Kudapati adikku adam sakit lagi..tapi kali ini penyakitnya bukan campak, melainkan parotitis epidemika (mumps, gondong)!! Aduh, kasihan dia, cepat sembuh ya dik…*merindukan kejahilannya*
Tergelitik dengan kasus adikku, aku mulai membuka buku2 ttg penyakit tropik infeksi pd anak.

Parotitis epidemika adalah penyakit akut virus golongan paramyxovirus, menular melalui saluran napas dng gejala khas pembesaran kelenjar ludah terutama kelenjar parotis. Gejala prodromal 1-2 hari berupa demam, anoreksia, sakit kepala, muntah, dan nyeri otot. Kemudian timbul pembengkakan kel. Parotis (dari unilateral bisa mjd bilateral) disertai rasa nyeri spontan atau pada saat pasien makan/minum sesuatu yg asam. Penatalaksanaannya berupa istirahat di tempat tidur selama masih demam dan pembengkakan masih ada. Utk simtomatik diberikan kompres demam atau dingin, bisa juga analgesik. Diet makanan cair atau lunak tergantung dari kemampuannya menelan. Sejauh ini terapi yg diberikan pada adikku hanya berupa terapi supportif. Semoga cepat sembuh ya, my lovely brother…=)
Yah…banyaknya kejadian satu minggu ini menjadi sarana pembelajaran bagiku. Pahit manis kehidupan sedikitnya bisa kurasakan. Buah keterbatasan seorang manusia di hadapan Khaliknya…
Semoga besok bisa lebih baik…amiin…
"kesulitan tidak akan begitu sulit jika kita mengatasinya sedikit demi sedikit. Selain itu semakin cepat kita menyadari hikmah yang kita peroleh dari pengalaman itu, semakin mudah bagi kita untuk menghadapinya" (Andrew Matthews)
-Ayu-